H-1 Ujian Nasional kemaren masih sempet buat beginian :”)

ar-ridha:

Deep deep deeeeeeep…..

(via melihat-langit-menunggu-hujan)

muslimahalhamdullilah:

Alhamdulillah when i read Quran, wallahi i forget about everything else, all around me i feel peace and i feel as though i am even closer to Allah…subhan Allah

muslimahalhamdullilah:

Alhamdulillah when i read Quran, wallahi i forget about everything else, all around me i feel peace and i feel as though i am even closer to Allah…subhan Allah

(via heartyhati)

Bang zarry, menurutmu benarkah pernyataan ini? "Pendekatan instan, pacaran pun akan instan." Karena aku merasa pernyataan itu ada benarnya.

zarryhendrik-deactivated2014041:

Sebenarnya pacaran itu adalah juga pendekatan. Jika kamu merasa pacaran adalah suatu hubungan yang berkomitmen, kamu hanya tertipu oleh anggapan umum. Pacaran adalah sesuatu yang sakral bagi orang-orang yang ingin berpasangan, tetapi tidak atau belum berani menikah. Sadarilah bahwa pacaran itu bukan suatu hubungan berpasangan yang sah, tidak diakui agama, bahkan pemerintah. Maka saranku, sesuai pemikiranku, terserah jika kamu ingin berpacaran untuk mencari keseruan. Tetapi mencari penghormatan cinta dengan berpacaran, mungkin kamu terlalu serius. Jika ingin serius, jangan tanggung-tanggung,  menikahlah. Tetapi jika belum siap menikah, kamu tak perlu repot-repot berpacaran. 

Pada akhirnya, cinta tidak hanya membutuhkan perasaan, melainkan kesiapan. Suatu hubungan membutuhkan keduanya. Dan pacaran adalah hubungan yang mengada-ada, tempat orang-orang yang belum siap, tetapi secara emosional ingin memiliki. Maka dari itu kuberitahu kamu, jika  seseorang menyayangimu, pastikan ia tulus dan bertujuan. 

islamic-quotes:

Remember Allah

islamic-quotes:

Remember Allah

Tips Qiyamullail

laninalathifa:

Seseorang pernah mengeluhkan dirinya yang sulit untuk bangun (mengerjakan shalat malam)

Ibrahim bin Adham—seorang Tabi’in yang terkenal di masanya—memberikan nasehat bijak:

"Janganlah engkau bermaksiat kepada-Nya di siang hari, niscaya Dia akan membangunkanmu di malam hari. Sebab kehadiranmu di hadapan-Nya merupakan kemuliaan. Dan orang yang bermaksiat tidak layak mendapatkan kemuliaan itu."

(via ahmadsubhan)

"mau kakak pilih jurusan teknik ini lah, teknik itu lah, apapun itu, ada satu yang ibu minta: pelajari bahasa Arab, kelak itu akan berguna di dunia dan akhirat."

- kata ibu.

suatu hari, kita pernah bermimpi, merancang impian masing-masing. hey, lihatlah! sebentar lagi kita akan sama-sama menyapa masa depan, meski berada di tempat yang berbeda. nggak terasa, cepat sekali ya waktu berjalan.

selamat menempuh masa depan yang begitu menantang. sampai jumpa di Kampus Impian masing-masing, di sana.

Bertahan

Terberkatilah mereka manusia-manusia yang merdeka—siapa saja yang telah berani melangkah dari masa lalu, bahwa memang tak seharusnya kita terus menangisi apa-apa yang telah terjadi. Terberkatilah kita yang telah jauh berjalan hingga ke titik ini—titik di mana kita hanya bicara tentang hari ini dan hari esok, sementara hari-hari yang lalu hanya sesekali kita tengok untuk kita tertawakan, untuk kemudian melaju lagi jauh ke depan dengan ritme yang lebih cepat.

Kita pernah terseok, terjatuh, juga terluka hingga tak henti-hentinya berair mata. Kita pernah ceroboh melakukan hal yang bodoh, keliru, juga melakukan begitu banyak dosa sampai-sampai merasa tak layak lagi hidup di dunia. Tapi hidup adalah perjalanan, bukan? Dan di dalam perjalanan itu memang jalan tak selamanya mulus: ada jalan menurun dan menanjak di sana, ada kelokan-kelokan biasa hingga tajam, ada cabang-cabang jalan buntu yang menipu, ada godaan-godaan untuk melupakan arah tujuan yang membuat kita hanya menikmati saja semua yang tersedia, ada cacian-cacian yang memuakkan, ada juga rasa lelah yang dengan terampil kita dramatisasi untuk kita klaim ‘aku telah berusaha sekuat mungkin’ lantas kita duduk menyerah—kita pasrah seolah-seolah ketakberdayaan yang kita rasakan adalah anugerah Tuhan yang tak tertolak. Setiap perjalanan punya dinamika masing-masing, dan kabar paling baik dari semua kenyataan ini adalah bahwa kita tidak pernah sendiri.

Meski aku tak selalu di sampingmu, bukankah Tuhan begitu dekat dan selalu ada?

Jadi bertahanlah.

Percayalah bahwa beban yang kini tengah kita tanggung ada dan hanya akan ada atas izin-Nya. Percayalah bahwa bekas-bekas luka yang pernah tercipta akan membuat kita selalu sadar bahwa kita memang manusia biasa, sekaligus menjadi pengingat dan pelecut semangat kita bahwa perjuangan—apapun bentuk dan tujuannya—selalu membutuhkan pengorbanan. Yakinlah bahwa segala bentuk ketertekanan yang kini tengah menderamu, adalah cara Tuhan untuk membuatmu lebih kuat—memaksamu meangoptimalkan semua potensi yang ada karena tiap kita punya benih untuk menjadi hebat. Tiap kita punya kesempatan untuk menjadi juara.

(via erstudio)